-->

Pemilih Muda Kuasai Banda Aceh, Gen Z dan Milenial Capai 63,6 Persen

Daftar Isi
Rapat Pleno Terbuka PDPB Triwulan III 2026 di Aula Kantor KIP Banda Aceh, Selasa (29/9/2026).

Siribee.com » Banda Aceh – Generasi muda menjadi kelompok terbesar dalam daftar pemilih Kota Banda Aceh, Data Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III 2026 mencatat, sebanyak 116.379 pemilih atau 63,6 persen dari total 182.880 pemilih berada pada rentang usia 17–44 tahun.

Artinya, lebih dari enam dari setiap 10 pemilih di Banda Aceh berasal dari kelompok usia muda.

Kelompok terbesar adalah Generasi Y atau milenial berusia 29–44 tahun, dengan jumlah 66.796 orang atau 36,5 persen. Sementara Generasi Z berusia 17–28 tahun mencapai 49.583 orang atau 27,1 persen.

Jika kedua kelompok tersebut digabungkan, jumlahnya mencapai 116.379 pemilih, komposisi ini menunjukkan bahwa pemilih di bawah usia 45 tahun menjadi kelompok utama dalam daftar pemilih Banda Aceh.

Data tersebut disampaikan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh dalam Rapat Pleno Terbuka PDPB Triwulan III 2026 di Aula Kantor KIP Banda Aceh, Selasa (29/9/2026).

Sementara itu, Generasi X berusia 45–60 tahun tercatat sebanyak 45.534 orang atau 24,9 persen, kelompok Baby Boomer berusia 61–79 tahun mencapai 19.134 orang atau 10,5 persen, adapun pemilih berusia 80 tahun ke atas sebanyak 1.833 orang atau sekitar 1 persen.

Dari sisi jenis kelamin, pemilih perempuan sedikit lebih banyak dibandingkan laki-laki, pemilih perempuan tercatat 93.072 orang atau 50,9 persen, sedangkan laki-laki sebanyak 89.808 orang atau 49,1 persen.

Besarnya jumlah pemilih muda, ini harus menjadi catatan penting bagi KIP Banda Aceh dalam menyusun sosialisasi dan pendidikan pemilih menuju Pemilu 2029.

Pendidikan pemilih tidak cukup hanya menyampaikan informasi mengenai jadwal dan tata cara mencoblos, dengan semakin besarnya kelompok pemilih muda, materi sosialisasi juga dapat diarahkan pada pemahaman mengenai hak dan kewajiban pemilih, proses pemilu, cara mendapatkan informasi yang benar, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.

Cara penyampaian informasi juga menjadi bagian penting, gen Z dan milenial memiliki kebiasaan mendapatkan informasi yang berbeda dibandingkan generasi yang lebih tua. Karena itu, informasi kepemiluan dapat disampaikan dengan cara lebih kreatif melalui berbagai saluran, termasuk media digital, media sosial, forum komunitas, sekolah, perguruan tinggi dan kegiatan tatap muka.

Kondisi ini juga berpengaruh pada ruang komunikasi politik menjelang Pemilu 2029. Partai politik dan peserta pemilu akan berhadapan dengan pemilih yang semakin terbiasa menerima informasi melalui berbagai platform, di tengah arus informasi yang cepat, penyampaian program, gagasan dan rekam jejak politik menjadi bagian dari komunikasi yang akan diterima dan dinilai oleh masyarakat.

Bagi KIP Kota Banda Aceh, kondisi tersebut membuat pendidikan pemilih memiliki ruang yang lebih luas, masyarakat tidak hanya perlu mengetahui kapan dan bagaimana memilih, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk memahami informasi politik, mengenali informasi yang tidak benar, serta membedakan informasi kepemiluan dari pesan kampanye.

Pendekatan digital tetap perlu dilengkapi dengan sosialisasi secara langsung, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, organisasi kepemudaan, serta kelompok masyarakat dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan proses dan tahapan pemilu, terutama kepada pemilih yang baru pertama kali menggunakan hak pilih.

Namun, pendidikan pemilih tidak hanya ditujukan kepada pemilih pemula, karena sebagian besar kelompok milenial sudah memiliki pengalaman mengikuti pemilu. Karena itu, materi pendidikan pemilih dapat dikembangkan lebih luas, termasuk mengenai partisipasi politik, pemahaman terhadap program peserta pemilu, serta kemampuan memeriksa informasi yang beredar.

Di sisi lain, pemutakhiran data tetap menjadi bagian penting. Jumlah pemilih dapat berubah karena adanya warga yang baru mencapai usia 17 tahun, perpindahan domisili, perubahan data kependudukan, maupun pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat.

Masyarakat juga dapat ikut memastikan data dirinya sesuai dengan kondisi terbaru melalui layanan resmi KPU.

Dengan jumlah 182.880 pemilih, data PDPB Triwulan III 2026 memberikan gambaran bahwa wajah pemilih Banda Aceh didominasi kelompok usia muda, angka 63,6 persen tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi KIP Banda Aceh untuk memastikan pendidikan pemilih mampu menjangkau generasi dengan karakter, kebiasaan mendapatkan informasi dan pengalaman politik yang berbeda.

Menuju Pemilu 2029, sosialisasi kepemiluan pada akhirnya tidak hanya soal meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara memilih. Lebih jauh, pendidikan pemilih menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang memahami haknya, mampu menyaring informasi politik dan menggunakan hak pilih secara sadar.

| Penulis: Redaksi
☕ TRAKTIR KOPI ☕
Apresiasi Anda, semangat Siribee.com untuk terus menghadirkan karya bermakna.
« KLIK DISINI »

Posting Komentar

Satu Tahun Siribee.com