Kisah Sultan Mehmed II Al-Fatih Memburu Dracula di Bulan Puasa

Daftar Isi

Wallachia, 1462 - Ketegangan memuncak di kawasan Balkan ketika penguasa Wallachia, Vlad III Dracula, menantang otoritas Kesultanan Utsmani. Penolakan membayar upeti dan pembunuhan terhadap pejabat Ottoman memicu respons tegas dari Istanbul.

Di bawah komando langsung Sultan Mehmed II (Al-Fatih), penguasa yang sebelumnya menaklukkan Konstantinopel, pasukan besar dikerahkan menuju utara Sungai Danube.

Latar Belakang Konflik

Hubungan Utsmani dan Wallachia sebelumnya bersifat vasal. Wallachia membayar upeti sebagai imbalan perlindungan politik. Namun pada awal 1462, Vlad III mengambil langkah konfrontatif. Sejumlah sumber sejarah menyebut ia menyerang garnisun Ottoman dan mengeksekusi pejabat yang dikirim untuk menagih kewajiban tersebut.

Tindakan itu dipandang sebagai pemberontakan terbuka. Mehmed II merespons dengan ekspedisi militer untuk mengembalikan stabilitas di kawasan perbatasan Balkan yang strategis.

Ekspedisi yang Beririsan dengan Ramadhan

Catatan kronologis menunjukkan bahwa fase penting kampanye ini berlangsung pada pertengahan 1462, yang bertepatan dengan bulan Ramadhan 866 Hijriah.

Pasukan Ottoman menyeberangi Sungai Danube dan bergerak menuju pusat kekuasaan Wallachia. Meski kondisi musim panas cukup berat, disiplin militer tetap dijaga. Dalam narasi sejarah, momentum Ramadhan kerap disebut sebagai latar waktu, meski fokus utama tetap pada aspek politik dan militer.

Taktik Teror dan “Hutan Orang Tersula”

Saat pasukan Ottoman mendekati Târgoviște, mereka menemukan pemandangan yang mengguncang: ribuan jasad ditancapkan pada tiang kayu di sepanjang jalan.

Metode penyulaan yang digunakan Vlad bertujuan menciptakan efek psikologis bagi musuh. Peristiwa ini kemudian dikenal luas dalam literatur Eropa sebagai “Forest of the Impaled”.

Namun langkah tersebut tidak menghentikan laju ekspedisi Mehmed II.

Serangan Malam yang Gagal

Pada 16-17 Juni 1462, Vlad melancarkan serangan mendadak ke perkemahan Ottoman pada malam hari. Target utamanya adalah Sultan Mehmed II.

Serangan itu menimbulkan kepanikan sementara, tetapi gagal mencapai sasaran. Pasukan Ottoman yang jumlahnya jauh lebih besar berhasil memulihkan kendali situasi. Upaya tersebut menjadi titik balik yang memperlemah posisi Vlad secara militer.

Strategi Politik Istanbul

Selain kekuatan militer, Mehmed II juga memainkan strategi politik. Ia mendukung saudara Vlad, Radu cel Frumos, yang memiliki hubungan lebih dekat dengan Ottoman.

Dukungan internal terhadap Vlad perlahan menyusut. Dalam tekanan yang semakin besar, ia melarikan diri ke wilayah Hongaria. Di sana, ia justru ditahan oleh Raja Matthias Corvinus.

Dengan demikian, pengaruhnya di Wallachia untuk sementara waktu berakhir.

Antara Sejarah dan Legenda

Nama Vlad III kemudian diabadikan dalam budaya populer Barat sebagai inspirasi tokoh “Dracula”. Namun konflik tahun 1462 sejatinya merupakan peristiwa politik dan militer yang kompleks, bukan kisah supranatural.

Ekspedisi Mehmed II ke Wallachia memperlihatkan bagaimana kekuasaan di Balkan pada abad ke-15 ditentukan oleh kombinasi strategi militer, diplomasi, dan pengaruh internal.

Peristiwa itu juga menegaskan reputasi Mehmed II sebagai pemimpin yang berani memimpin langsung pasukannya, bahkan dalam situasi sulit sekalipun.

Posting Komentar